Kamis, 30 April 2009

Mengenai perkembangan estetik kriya anyam mendong di desa Cibeureum Kabupaten Tasikmalaya, merupakan suatu pengalaman yang yang harus diperhatikan oleh kalangan pemerhati seni (kriya/kerajinan) dan hasil kebudayaan pada umumnya, mengingat kriya anyam mendong masih mampu memposisikan dirinya sebagai salah satu kriya anyam di Indonesia yang masih dipertahankan dan dilestarikan keberadaannya secara turun temurun. Kedudukan kriya anyam tersebut telah terjadi perubahan-perubahan dari segi fungsi, bentuk, tampilan, bahkan dari segi maknanya. Perubahan ini tentunva akan nampak pula pada perubahan estetik yang terdapat pada hasil produk kriya anyam mendong. Perkembangan dan perubahan-perubahan yang terdapat pada kriya anyam mendong sangat dipengaruhi oleh perkembangan sosial budaya setempat, bersama pandangan hidup yang dianutnya, termasuk dipengaruhi oleh alam sekitar yang berkesinambungan dari waktu-waktu sebelumnya, yang banyak sekali menentukan keberlangsungan dan kelestarian kriya anyam di Desa Cibeureum Tasikmalaya. Salah satu permasalahan dalam perkembangan kriya anyam mendong adalah pasar dan ketersediaan bahan baku, yang perlu mendapatkan perhatian secara khusus dari pihak-pihak luar Cibeureum. Sudah saatnya masyarakat dan pihak terkait untuk mendukung dan melestarikan Kriya anyam (mendong) tersebut... semoga!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar